Kamis, 27 Oktober 2011

Jaman Cilik: Kisah Dibalik Film Power Ranger

Nah, hari ini mau share apa yah?
Gini aja deh, untuk hari ini aku mau share tentang Jaman Cilik.
Ya, Jaman Cilik.
Sekali lagi, Jaman Cilik.
*apa-apaan sih ini*
Cukup. Kembali ke topik.
Kayaknya ini bukan share, tapi lebih kepada membuka aib -_- ya.. mungkin begitu.

Ini foto diambil waktu jaman kelas TK Besar. Ngomong-ngomong TK Besar, kenapa yah disebut TK Besar? Karena badannya lebih besar? Atau umurnya bertambah? Dulu itu aku merasa sebagai anak TK Besar itu bangga sekali mamen. Bahagia banget gitu jadi anak TK Besar. Udah berasa gahol gewla. Kok bisa gitu yah? Gak tau ane juga lupa gan. Udah ah, ane mau pamer poto aja, nihhh..


Aku adalah yang berbaju oranye dengan rambut bob dan jidat yang (kelewat) nong. Mantap dah.

Kami berempat ini saudara sepupu. Dulu kalo main macem-macem deh. Yang paling aku inget nih ya, main jadi Power Ranger. Aku megang posisi jadi Ranger Kuning. Uyeah, posisi yang dulu bener-bener idolaku. Dan aku sempat berangan-angan menjadi Power Ranger Kuning, karena bisa mengeluarkan robot yang besar (-_-")
Ya, aku tau itu konyol. Ingat judul posting ini, Jaman Cilik. Maklumilah masih cilik.
Tapi waktu itu juga aku sadar, itu cuma film. Ya, FILM. Jadi gak bakal beneran. Robot gede, pistol dengan laser warna-warni, pedang bercahaya. Semua itu palsu! Palsu! Ini pembohongan publik. Namanya juga pelem anak-anak. Pasti macem-macem aja ceritanya.
Jadi inget sebuah percakapan dengan si Mas Sepupu (foto paling kanan). Ancir konyol tenan.

Mas Sepupu: "Aku besok gede mau jadi Power Ranger Merah"
Aku: "Mas, itu tuh boongan yoo.. Power Ranger Merah tuh ndak ada, itu cuma film yo" (pinter kan aku? ya aku udah tau kok)
Mas Sepupu: "Nggak yo itu tuh beneran ada wuwuwu.. Kamu besok kalo main gak usah jadi Power Ranger Kuning!! Jadi musuh aja sana!"
Aku: "Lhooo ndak mauuuu T_T"

Karena takut ancaman tidak bakal ambil peran Ranger Kuning kalo lagi main, terpaksa deh ikutin kata-kata si Mas Sepupu. Cuma karena dia berbadan besar dan cucu pertama, manut deh. Jadi percaya deh kalo Power Ranger itu beneran ADA. Krik krik.

Tapi mendingan ini sih film beginian, coba aja sekarang anak kecil udah dijejel film gak mendidik. Sebagai contoh: Sinetron Emak-Emak dengan cerita Cinta-Cintaan beratus-ratus episode berdurasi 2Jam sekali tayang. Udah ceritanya muter terus gak pernah beres. Dan itu loh klasik banget, gampang untuk ditebak. Paling-paling ntar disiksa, terus ada yang nolong, terus jatuh cinta, terus mau nikah, terus dilarang, terus berhasil meluluhkan hati, terus nikah, terus punya anak, terus si jahat dateng, terus anaknya ketuker, terus yang jahat ngebunuh tokoh utama, terus mati, terus hidup lagi kalo gak ya ada kembarannya.. Gitu aja terus sampe lebaran monyet. Sama sekali gak kreatif, tentunya gak mendidik. Yah, emang yang laku sinetron yang begitu sih. Mau gimana lagi kebanyakan dari masyarakat suka sama yang beginian. Alamak.

Cukup deh cerita hari ini.
See ya next time *dadah-dadah*

Selasa, 25 Oktober 2011

Harapan: The Beginning

"Andai waktu bisa terulang..."

Dia teringat akan beberapa ratus hari yang lalu. Saat ia pertama bertemu dengan seseorang yang memberinya sebuah semangat.
"Boleh aku disini?"
"Silahkan"
Dia menengok ke arah seseorang itu. Dan berbalik lagi ke depan.
Sedikit rasa itu muncul. Rasa yang banyak orang bilang rasa suka. Namun ia belum menyadarinya.
"Kamu..."
Seseorang itu membuka pembicaraan. Berbagi. Bercerita. Tertawa.
Ia makin kagum dengan pesona seseorang itu.

Seiring waktu berjalan, ia menyadari rasa suka itu. Yang kelamaan berubah menjadi rasa sayang. Mengalir makin deras tiap detiknya.

Menoleh dan memandanginya dari kejauhan. Ya, hanya itu yang dapat ia lakukan. Seseorang itu berbalik dan menoleh kearahnya. Ia memutar bola matanya seolah tak ada suatu apapun. Begitu terus, terus, dan terus.

Ia merasa ia tidak bisa seperti ini terus. Ia harus berusaha. Tak mau terpuruk seperti 3 tahun sebelumnya, yang hanya bisa menjadi secret admirer.

Dengan rasa yang sebenarnya meletup-letup dalam hatinya saat ia berbicara dan menatap mata seseorang itu, ia berusaha untuk tetap tenang. Seolah tak ada suatu apapun. Dia benar-benar berjuang keras.

Seseorang itu sepertinya merespon dengan baik. Ia sangat senang. Bahkan lebih dari senang.

Dan harapan-harapan itu dimulai dari sini...

Senin, 24 Oktober 2011

Inilah Sesuatu

Yep. Kali ini pengin sekali post beberapa kegilaan yang kami lakukan sewaktu bermain PUMP IT UP (bisa dilihat ke postingan sebelum ini).




Ini waktu main lagu UGLY DEE (Another Lv.15). Asli deh cuma dengan berdiri diam atau mau pose jongkok atau breakdance bahkan split atau ya gaya yang anda banget lah asalkan panel itu terpencet dengan sempurna, SS GOLD bisa didapat mamen, SS GOLD, SS GOLD!!
Apa banget dah.. Ini sumpah dikelilingi banyak orang dan dengan pede tingkat tinggi kita berpose seperti ini. Mantap dah. Kata Syahrini sih "Sesuatu" gitu.
Biasanya nih beginian pasti diketawain deh sama yang mengelilingi kami. Tapi bodo amat lah kata orang apaan, yang penting hepi. Aseeeek!
Asli deh momen-momen gini pasti ngangenin sekali. Besok kelak kalo udah tua pasti udah ga bisa beginian (iya pasti lah udah tua main beginian mau cari pergeseran tulang atau gimana -_-)
Haha apapun bentuknya, inilah sesuatu! Wkwkwk~

만세!!

Minggu, 23 Oktober 2011

I Heart Pump!

Yeah. Aku suka sekali bermain PUMP IT UP.
Ini loh semacam dancing simulator, tau kan ya?



Pertama kali mulai main beginian waktu tahun 2009. Dimulai dari Dance Dance Revolution (DDR) yang panelnya cuma 4. Bedanya sama Pump It Up itu panelnya 5, arahnya ke pojok-pojok (yah pokoke gitu lah susah mendeskripsikannya).

Thanks berat buat teman-teman sepermainan seperjuangan Pump! =))

Yang sampai pada akhirnya di tahun 2011 ini (sedikit) lebih canggih dari 2009 ^o^

I HEART PUMP <3
:***

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tragedi Kertas Gorengan

Ya, I know... sepertinya judul ini terlalu berlebihan. Tapi ini bener-bener sesuatu banget. Tertohok sekali aku mengetahui hal ini.

Kisah dimulai pada pagi hari yang ceria, yang maklum, yang normal, dan yang biasa saja. Sampai pada akhirnya bel istirahat dibunyikan. Aku memutuskan untuk keluar kelas kongkow-kongkow ngecengin yang pada lewat eh nggak ding bercanda, nyali saja daku tak ada.
Sampai pada akhirnya, saat-saat terindah itu terganggu dengan panggilan...

"Naaaaaaab! Sini lihat!"
"Opo sih, Zu?"
"Kene Nab, iki sesuatu banget, Nab. Tak weruhi.."
"Opo sih?"
*bawa-bawa kertas*
"Delok Nab!"

Dan saat aku lihat dan cermati baik-baik..

APA-APA BANGET INI?!
PIYE PERASAANMU?

Susah susah dapetin nilai 80 malah dijadiin bungkus gorengan senilai 1200 rupiah per 2 biji (mahal kan? ya aku juga ngerasa gitu, biasanya gorengan satunya cuma 500an). Ya tapi masih beruntung sih nilainya itu 80. Coba aja kalo nilainya nomor absen atau semangat kemerdekaan, naudzubillah.

Kepada ibu-bapak guru, tega nian oh tega nian...
Kertas itu, kertas berharga itu...
Kau korbankan menjadi bungkus gorengan seribu duaratusan...
Hancur hatiku, hatiku hancur...

Sekian dan terimakasih. Wassalamualaikum.

Senin, 17 Oktober 2011

Harapan: Untitled

Waiting for the time...

Dia berjalan tak tahu kemana
Mencari sebuah kepastian
Menunggu akan sebuah jawaban
Akan harapan yang ia dapatkan
Powered By Blogger