Kisah dimulai pada pagi hari yang ceria, yang maklum, yang normal, dan yang biasa saja. Sampai pada akhirnya bel istirahat dibunyikan. Aku memutuskan untuk keluar kelas kongkow-kongkow ngecengin yang pada lewat eh nggak ding bercanda, nyali saja daku tak ada.
Sampai pada akhirnya, saat-saat terindah itu terganggu dengan panggilan...
"Naaaaaaab! Sini lihat!"
"Opo sih, Zu?"
"Kene Nab, iki sesuatu banget, Nab. Tak weruhi.."
"Opo sih?"
*bawa-bawa kertas*
"Delok Nab!"
Dan saat aku lihat dan cermati baik-baik..

APA-APA BANGET INI?!
PIYE PERASAANMU?
Susah susah dapetin nilai 80 malah dijadiin bungkus gorengan senilai 1200 rupiah per 2 biji (mahal kan? ya aku juga ngerasa gitu, biasanya gorengan satunya cuma 500an). Ya tapi masih beruntung sih nilainya itu 80. Coba aja kalo nilainya nomor absen atau semangat kemerdekaan, naudzubillah.
Kepada ibu-bapak guru, tega nian oh tega nian...
Kertas itu, kertas berharga itu...
Kau korbankan menjadi bungkus gorengan seribu duaratusan...
Hancur hatiku, hatiku hancur...
Sekian dan terimakasih. Wassalamualaikum.


0 komentar:
Posting Komentar