Selasa, 25 Oktober 2011

Harapan: The Beginning

"Andai waktu bisa terulang..."

Dia teringat akan beberapa ratus hari yang lalu. Saat ia pertama bertemu dengan seseorang yang memberinya sebuah semangat.
"Boleh aku disini?"
"Silahkan"
Dia menengok ke arah seseorang itu. Dan berbalik lagi ke depan.
Sedikit rasa itu muncul. Rasa yang banyak orang bilang rasa suka. Namun ia belum menyadarinya.
"Kamu..."
Seseorang itu membuka pembicaraan. Berbagi. Bercerita. Tertawa.
Ia makin kagum dengan pesona seseorang itu.

Seiring waktu berjalan, ia menyadari rasa suka itu. Yang kelamaan berubah menjadi rasa sayang. Mengalir makin deras tiap detiknya.

Menoleh dan memandanginya dari kejauhan. Ya, hanya itu yang dapat ia lakukan. Seseorang itu berbalik dan menoleh kearahnya. Ia memutar bola matanya seolah tak ada suatu apapun. Begitu terus, terus, dan terus.

Ia merasa ia tidak bisa seperti ini terus. Ia harus berusaha. Tak mau terpuruk seperti 3 tahun sebelumnya, yang hanya bisa menjadi secret admirer.

Dengan rasa yang sebenarnya meletup-letup dalam hatinya saat ia berbicara dan menatap mata seseorang itu, ia berusaha untuk tetap tenang. Seolah tak ada suatu apapun. Dia benar-benar berjuang keras.

Seseorang itu sepertinya merespon dengan baik. Ia sangat senang. Bahkan lebih dari senang.

Dan harapan-harapan itu dimulai dari sini...

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger